Dibuat oleh Hasna Lathifah
Ruang kuliah 15 Lt. 3, FPBS UPI, 10 Maret 2016
Aku disini.. Aku ada disini
Sadarilah keberadaanku
Lihatlah kearahku..
Aku disini menunggumu, tepat didepanmu
Aku berada disisi lain dari kaca ini
Saling menatap.. Saling memandang
Lihatlah kearahku..
Aku ingin melihat wajahmu itu
Wajah seseorang yang sangat ingin kutemui
Namun, saat ini bukan wajahmu yang kulihat
Ada wajah orang lain dalam wajahmu
Wajah seseorang yang tidak kukenal
Wajah dari masa lalumu..
Masih menempel padamu
Dan kau belum melepaskannya
Aku berdiri didepanmu
Tapi kau tidak melihatku
Kita saling menatap
Tapi kau tidak menatapku
Ku pandangi matamu lebih lama
Sesaat ku menyadari sesuatu
Kau sedang memandang orang lain
Kau sedang melihat orang lain
Orang yang sama dengan seseorang di wajahmu
Apakah kehadiranku yang berdiri tepat didepanmu
Tidak memiliki hawa? Tidak memiliki wujud?
Sehingga kau tidak menyadarinya
Sampai tidak melihatku
Tapi...
Ku terus menatap kedalam matamu
lebih dalam dan jauh
Lalu, melalui matamu itu
Aku melihat sebuah kenangan indahmu
Kenanganmu bersama orang terkasih
Seseorang yang membuatmu bahagia saat itu
Bahkan ku melihat kau tertawa lepas bersamanya
Sepertinya sangat menyenangkan
Sangat menyenangkan, namun perasaan ini tidak demikian
Ketika ku melihat senyum dan tawa lepasmu bersamanya
Ada getaran dan sengatan luka di dadaku
Terasa seperti tersengat oleh tajamnya jarum
Aku tidak mempersiapkan pelindung untuk menahannya
Tanpa pelindung, rasa sakit pun terasa sekali
Tidak bisa menahannya
Bahkan mengingat kembali asal luka ini
Membuatku merasa seperti disengat alat rangsang jantung
Seperti jatuh dari ketinggian yang sangat tinggi
Apa yang harus kulakukan?
Aku ingin melihatmu
Sangat ingin..
Sangat ingin..
Melihat wajahmu..
Menatap matamu..
Tapi aku tak sanggup melihatnya
Aku tak sanggup menatap matamu lagi
Ada orang lain disana, di tatapan matamu
Bukan aku.. Aku tak sanggup
Perisaiku belum cukup kuat untuk menerima serangan itu
Aku ingin melihat wajahmu
Sangat ingin..
Sangat ingin..
Tapi, lagi-lagi aku tak bisa
Masih ada orang lain disana
Aku tak sanggup memikirkan kalau senyumanmu itu
Senyuman yang menempel di wajahmu itu
Pernah kau berikan dan tunjukan kepada orang lain
Sebelum aku..
Saat ini aku hanya mampu memandang melalui punggungmu
Namun, itupun sulit kulakukan
Kenyataan kalau punggung itu pernah melindungi seseorang
Ketegapan dan kegagahan punggungmu
Kupercaya kau melindungi seseorang melalui punggungmu itu
Dengan segenap hati
Aku iri..
Aku iri dengan orang yang ada dalam tatapan matamu
Aku sangat iri.. Akupun menginginkannya
Namun, cukup sampai disini saja
Perasaan terabaikan ini cukup sampai disini saja
Sama halnya dengan kaca ini
Sudah tidak ada artinya
Saat ini, ku tak ingin melihatmu lagi
Bahkan melirikmu
Aku tak sanggup melihat kenyataan kau masih bersama masa lalumu
Kenyataan ada orang lain dalam tatapanmu
Kenyataan kau tidak melihatku
Saat aku bahkan berdiri didepanmu, dekat sekali
Hanya terpisahkan oleh sebuah kaca
Mungkin dalam kaca ini juga
Kau melihat pantulan dari bayangan seseorang
Seseorang yang sangat kau kenal
Sangat kau kasihi dengan segenap hati
Kau percaya padanya
Namun, kau melihat bayangannya bersama dengan banyangan orang lain
Dia sudah bersama orang lain
Dan kini tinggalah kusendiri disini
Melihat kesayuan matamu
Dan pandangan semu didalamnya
Aku mohon.. Aku ada disini
Lihatlah aku.. Aku disini
Bahuku siap menampung kesedihanmu
Aku didepanmu.. Lihatlah aku
Jangan abaikan aku
Jangan hanya menatap bayangan di kaca
Lihatlah orang yang menunggumu
Aku menunggumu..
Karena itu, lihatlah kaca ini
Lihatlah siapa yang dibalik kaca ini
Sadarilah orang yang sedang menantimu kembali
Kembali dari masa lalu dan melihat lurus kedepan
Aku disini.. Kembalilah
Aku akan senantiasa menanti dan menampung kesedihanmu
Kau hanya perlu melihatku dan meninggalkan masa lalumu
Ingat ini, aku selalu ada disini menanti...
I'm Different! "Being different is not bad, its proves you that you do not like others and has its own uniqueness.." ~Hasna Lathifah~
Advertisement
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Maret 2016
Sabtu, 31 Oktober 2015
Kehampaan
Kosong.. Kosong.. Kosong
Kosong.. Kosong.. Kosong
Terdiam.. Terpuruk.. Sepi
Kosong...
Suram.. Hampa.. Tanpa harapan
Kosong...
Apa yang terjadi?
Kosong...
27 Oktober 2015
Indomaret Point Sukajadi, Bandung
Kosong.. Kosong.. Kosong
Terdiam.. Terpuruk.. Sepi
Kosong...
Suram.. Hampa.. Tanpa harapan
Kosong...
Apa yang terjadi?
Kosong...
27 Oktober 2015
Indomaret Point Sukajadi, Bandung
Hanya Kiasan Tak Berarti
Oleh Hasna Lathifah
Kau mulai menatapnya
Kau menggodanya dengan mulutmu
Berjuta-juta kata manis telah kau lontarkan
Kau membuat berbagai macam kiasan indah
Hanya untuk menanam benih senyuman dalam dirinya
Tapi, benih itu tidak tumbuh dan berkembang
Tidak juga mati
Kau sangat egois
Kau terus-menerus menyiramnya
Bahkan memberikannya pupuk gurau dan kiasan
Namun, benih itu tetap tidak tumbuh
Hanya diam, tertanam dalam kegelapan rupa
Lalu..
Mulai membukalah dan mengeluarkan kata-kata
Kau begitu menanti-nantinya
Kau begitu mengharapkan sebuah mutiara keluar darinya
Namun, yang keluar hanyalah kerang kosong kusam
"Apa kau sudah selesai?"
Yang membuat robek seluruhnya
Seakan-akan semuanya tidak berarti dan tanpa makna
Perpustakaan UPI Bandung, 21 Oktober 2015
Kau mulai menatapnya
Kau menggodanya dengan mulutmu
Berjuta-juta kata manis telah kau lontarkan
Kau membuat berbagai macam kiasan indah
Hanya untuk menanam benih senyuman dalam dirinya
Tapi, benih itu tidak tumbuh dan berkembang
Tidak juga mati
Kau sangat egois
Kau terus-menerus menyiramnya
Bahkan memberikannya pupuk gurau dan kiasan
Namun, benih itu tetap tidak tumbuh
Hanya diam, tertanam dalam kegelapan rupa
Lalu..
Mulai membukalah dan mengeluarkan kata-kata
Kau begitu menanti-nantinya
Kau begitu mengharapkan sebuah mutiara keluar darinya
Namun, yang keluar hanyalah kerang kosong kusam
"Apa kau sudah selesai?"
Yang membuat robek seluruhnya
Seakan-akan semuanya tidak berarti dan tanpa makna
Perpustakaan UPI Bandung, 21 Oktober 2015
Deguban
Oleh Hasna Lathifah
Deg... Deg... Deg...
Hatiku berdegup kencang
Berdegub saat melihatmu
Saat itu aku tahu
Hatiku hanya untukmu
Perpustakaan UPI Bandung, 21 Oktober 2015
Deg... Deg... Deg...
Hatiku berdegup kencang
Berdegub saat melihatmu
Saat itu aku tahu
Hatiku hanya untukmu
Perpustakaan UPI Bandung, 21 Oktober 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
Ingatkah?
Oleh Hasna Lathifah
Ingatkah kamu saat kita bermain bersama
Ingatkah kamu tentang kenangan-kenangan
Yang kau dan aku buat bersama
Ingatkah?
Ingatkah saat kita bercanda
Membuat berbagai macam lelucon konyol
Yang hanya dimengerti oleh kita berdua
Ingatkah?
Lupakah kamu
Saat melukai dan menyakitiku
Saat dulu kita masih satu sekolah
Lupakah?
atau
Ingatkah?
20 Oktober 2015
Sersan Bajuri, Bandung
Ingatkah kamu saat kita bermain bersama
Ingatkah kamu tentang kenangan-kenangan
Yang kau dan aku buat bersama
Ingatkah?
Ingatkah saat kita bercanda
Membuat berbagai macam lelucon konyol
Yang hanya dimengerti oleh kita berdua
Ingatkah?
Lupakah kamu
Saat melukai dan menyakitiku
Saat dulu kita masih satu sekolah
Lupakah?
atau
Ingatkah?
20 Oktober 2015
Sersan Bajuri, Bandung
Gerimis dan Angin
Oleh Hasna Lathifah
Dengan langkah kecilnya dia berjalan
Perlahan menahan datangnya gerimis
Setiap langkah yang dia ambil
Angin pun datang berhembus menerpanya
Hingga terdengar sampai hati
Hembusan yang cepat dan kuat
Menusuk kulit dan menembus hingga ke tulang
Raganya berguncang, jiwanya terkoyak-koyak
Gerimis pun berubah menjadi badai
Kilat dan guntur terlihat sangat jelas di matanya
Seakan kilat dan guntur itu berusaha menyambar seseorang
Dengan tatapan mata yang penuh api hitam
Ia mencoba membekukan musim dan waktu
Agar tidak dapat berganti
Agar angin itu berhenti
Agar mendapatkan keheningan walau sesaat
Tetapi badai itu tetap tidak berhenti
Dia berharap hujan akan turun
Menyamarkan hiruk pikuk badai di matanya
Ingin sekali memaksa sang awan
Namun sang awan tidak menghiraukannya
Perlahan badai itu kembali menjadi gerimis
Saat itu
Dia merasa berada didunia asing
Dunia yang hanya dipenuhi dengan mimpi-mimpi
Akan tetapi angin tetap berhembus
Di matanya tidak ada hari tenang
Di matanya setiap musim sama saja
Gerimis pun berhenti seiring datangnya sang matahari
Gadis itupun mengais sisa-sisa gerimis di matanya
Dan dengan senyum masam dan sesungging
Penuh beban
Dia bertanya
"Kapan kau ijinkan aku kembali ke sisi-Mu?"
Sersan bajuri, Bandung.
19 Oktober 2015
Dengan langkah kecilnya dia berjalan
Perlahan menahan datangnya gerimis
Setiap langkah yang dia ambil
Angin pun datang berhembus menerpanya
Hingga terdengar sampai hati
Hembusan yang cepat dan kuat
Menusuk kulit dan menembus hingga ke tulang
Raganya berguncang, jiwanya terkoyak-koyak
Gerimis pun berubah menjadi badai
Kilat dan guntur terlihat sangat jelas di matanya
Seakan kilat dan guntur itu berusaha menyambar seseorang
Dengan tatapan mata yang penuh api hitam
Ia mencoba membekukan musim dan waktu
Agar tidak dapat berganti
Agar angin itu berhenti
Agar mendapatkan keheningan walau sesaat
Tetapi badai itu tetap tidak berhenti
Dia berharap hujan akan turun
Menyamarkan hiruk pikuk badai di matanya
Ingin sekali memaksa sang awan
Namun sang awan tidak menghiraukannya
Perlahan badai itu kembali menjadi gerimis
Saat itu
Dia merasa berada didunia asing
Dunia yang hanya dipenuhi dengan mimpi-mimpi
Akan tetapi angin tetap berhembus
Di matanya tidak ada hari tenang
Di matanya setiap musim sama saja
Gerimis pun berhenti seiring datangnya sang matahari
Gadis itupun mengais sisa-sisa gerimis di matanya
Dan dengan senyum masam dan sesungging
Penuh beban
Dia bertanya
"Kapan kau ijinkan aku kembali ke sisi-Mu?"
Sersan bajuri, Bandung.
19 Oktober 2015
Rabu, 14 Oktober 2015
Retak
Oleh Hasna Lathifah
Retak...
Piring ini retak..
Tersentuh oleh tangan yang tidak bertanggung jawab
Sekarang...
Tidak ada yang mau memakainya lagi
Piring ini sudah tidak berguna
Terasingkan bak barang usang yang kotor nan kelam
Retak..
Sudah tidak ada kesempurnaan lagi
Dalam corak dan warnanya
Terlukai begitu saja
Apanya yang bisa seperti dulu?
Sudah tidak ada yang tersisa
Keunikan dan kekhasan corak serta warnanya
sudah lenyap..
Bekas retakan itu tidak akan pernah hilang
Bahkan jika diperbaiki sekalipun
Tidak akan sama, tidak akan
Piring itu tidak akan seindah dan semenarik dulu
Lihatlah..
Kilauan dan kerlipan
yang tersirat dalam piring itu
Kini sudah lenyap
Yang tersisa hanyalah..
Piring kelam yang redup dan usang
Tak tersentuh lagi..
Tak ada yang memakainya
Hanya tersimpan dan tertumpuk dalam lemari
Yang penuh dengan debu dan kotoran
Sungguh malang nasib piring itu
14 Oktober 2015
Bandung, sersan bajuri
Retak...
Piring ini retak..
Tersentuh oleh tangan yang tidak bertanggung jawab
Sekarang...
Tidak ada yang mau memakainya lagi
Piring ini sudah tidak berguna
Terasingkan bak barang usang yang kotor nan kelam
Retak..
Sudah tidak ada kesempurnaan lagi
Dalam corak dan warnanya
Terlukai begitu saja
Apanya yang bisa seperti dulu?
Sudah tidak ada yang tersisa
Keunikan dan kekhasan corak serta warnanya
sudah lenyap..
Bekas retakan itu tidak akan pernah hilang
Bahkan jika diperbaiki sekalipun
Tidak akan sama, tidak akan
Piring itu tidak akan seindah dan semenarik dulu
Lihatlah..
Kilauan dan kerlipan
yang tersirat dalam piring itu
Kini sudah lenyap
Yang tersisa hanyalah..
Piring kelam yang redup dan usang
Tak tersentuh lagi..
Tak ada yang memakainya
Hanya tersimpan dan tertumpuk dalam lemari
Yang penuh dengan debu dan kotoran
Sungguh malang nasib piring itu
14 Oktober 2015
Bandung, sersan bajuri
Minggu, 11 Oktober 2015
Desahan Pesan
Oleh Hasna Lathifah
Di balkon kosan
Terdengar desahan angin yang merana
Entah apa yang ada dipikirannya
Dan yang ingin diucapkannya
Sejenak angin itu terdiam
Apa yang hendak dia lakukan?
Seorang gadis
Berusaha membisikan sesuatu
Melalui desahan angin
Angin pun menghampirinya
Desah dan alunan angin
Berhembus melewatinya
Menyamarkan kenyataan yang tak terelakan
Si gadis terduduk
Bersenandung dalam kehampaan
11 Oktober 2015
Sersan Bajuri
Di balkon kosan
Terdengar desahan angin yang merana
Entah apa yang ada dipikirannya
Dan yang ingin diucapkannya
Sejenak angin itu terdiam
Apa yang hendak dia lakukan?
Seorang gadis
Berusaha membisikan sesuatu
Melalui desahan angin
Angin pun menghampirinya
Desah dan alunan angin
Berhembus melewatinya
Menyamarkan kenyataan yang tak terelakan
Si gadis terduduk
Bersenandung dalam kehampaan
11 Oktober 2015
Sersan Bajuri
Jumat, 09 Oktober 2015
Kerinduan Seorang Anak
Oleh Hasna Lathifah
Dalam benak tersirat wajah yang sangat kukenal
Wajah yang tidak mungkin dapat aku lupakan
Senyuman yang mengembang di wajahnya
Begitu mengiris hati
Kupandangi sosok itu
Keringat bercucuran
Menyambutku dengan senyuman
Memaksakan diri untuk terlihat senang
Menyembunyikan kelelahannya dalam senyuman itu
Meskipun berpeluh-peluh
Baju basah bermandikan keringat
Tak peduli akan apapun
Segera berlari menuju tempat
Yang dikiranya tempat makanan berada
Tanpa mempedulikan apapun
Termasuk dirinya sendiri
Tepat ditempat itu
Terdengar suara percikan api, minyak yang panas
Sentuhan antara si kuping besi
Dengan tangan besi begitu terdengar
Dari tempat itu tercium sesuatu
Sesuatu yang membuat air liur didalam mulutku meningkat
Perut ini langsung berbicara dengan keras
Tidak sabar menunggu-nunggu
Apa yang akan datang dari tempat itu
Rasa Keingintahuanku mulai memuncak
Tak sabar aku menunggunya
Kudatangi tempat darimana asal wangi itu berada
Kudapati sosok yang teramat lelah
Tapi tak kulihat senyuman itu luntur dari wajahnya
Saat aku mendatanginya
Dengan tangan yang dipenuhi bekas luka
Disodorkanlah sepiring gunung putih di sore hari
Dengan matahari berada disampingnya
Dan beberapa burung hitam menghiasinya
Layaknya sore yang indah
Tiba-tiba ada tsunami datang di mataku
Tanpa kusadari mataku memiliki gelombang-gelombang kecil
Aku tidak dapat melihat dengan jelas
Saatku benahi mataku
Kulihat kembali apa yang tadi kulihat
Ternyata tidak ada apa-apa
Kusadari kalau itu hanyalah ingatan belaka
Semuanya hanya berasal dari pikiranku saja
Perlahan aku mulai mengendalikan emosi dan pikiranku
Ku terdiam sejenak memikirkan apa yang baru saja terjadi
Ku tertunduk, terdiam didalam kamar
Sendirian
Memeluk teman tidurku
Teman yang selalu menemani tidurku
Sekarang bagaimana?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Saat aku memkirkannya lagi
Nampak jelas terlihat dalam benakku
Sesosok pahlawan yang tak kenal
Dengan yang namanya lelah
Senyumannya tidak pernah luntur dari wajahnya
Saat menyambutku
Begitu manis dan tenangnya senyuman itu
Ku sangat ingin melihat senyuman itu lagi
Senyuman yang dia berikan dan tunjukkan padaku
Ada sedikit keegoisan dalam diriku
Aku tidak ingin membaginya dengan siapapun
Saat aku menyadari sesuatu
Inilah yang kusadari...
Aku merindukanmu, Ibu...
09/10/2015
Bandung, Sersan Bajuri
Dalam benak tersirat wajah yang sangat kukenal
Wajah yang tidak mungkin dapat aku lupakan
Senyuman yang mengembang di wajahnya
Begitu mengiris hati
Kupandangi sosok itu
Keringat bercucuran
Menyambutku dengan senyuman
Memaksakan diri untuk terlihat senang
Menyembunyikan kelelahannya dalam senyuman itu
Meskipun berpeluh-peluh
Baju basah bermandikan keringat
Tak peduli akan apapun
Segera berlari menuju tempat
Yang dikiranya tempat makanan berada
Tanpa mempedulikan apapun
Termasuk dirinya sendiri
Tepat ditempat itu
Terdengar suara percikan api, minyak yang panas
Sentuhan antara si kuping besi
Dengan tangan besi begitu terdengar
Dari tempat itu tercium sesuatu
Sesuatu yang membuat air liur didalam mulutku meningkat
Perut ini langsung berbicara dengan keras
Tidak sabar menunggu-nunggu
Apa yang akan datang dari tempat itu
Rasa Keingintahuanku mulai memuncak
Tak sabar aku menunggunya
Kudatangi tempat darimana asal wangi itu berada
Kudapati sosok yang teramat lelah
Tapi tak kulihat senyuman itu luntur dari wajahnya
Saat aku mendatanginya
Dengan tangan yang dipenuhi bekas luka
Disodorkanlah sepiring gunung putih di sore hari
Dengan matahari berada disampingnya
Dan beberapa burung hitam menghiasinya
Layaknya sore yang indah
Tiba-tiba ada tsunami datang di mataku
Tanpa kusadari mataku memiliki gelombang-gelombang kecil
Aku tidak dapat melihat dengan jelas
Saatku benahi mataku
Kulihat kembali apa yang tadi kulihat
Ternyata tidak ada apa-apa
Kusadari kalau itu hanyalah ingatan belaka
Semuanya hanya berasal dari pikiranku saja
Perlahan aku mulai mengendalikan emosi dan pikiranku
Ku terdiam sejenak memikirkan apa yang baru saja terjadi
Ku tertunduk, terdiam didalam kamar
Sendirian
Memeluk teman tidurku
Teman yang selalu menemani tidurku
Sekarang bagaimana?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Saat aku memkirkannya lagi
Nampak jelas terlihat dalam benakku
Sesosok pahlawan yang tak kenal
Dengan yang namanya lelah
Senyumannya tidak pernah luntur dari wajahnya
Saat menyambutku
Begitu manis dan tenangnya senyuman itu
Ku sangat ingin melihat senyuman itu lagi
Senyuman yang dia berikan dan tunjukkan padaku
Ada sedikit keegoisan dalam diriku
Aku tidak ingin membaginya dengan siapapun
Saat aku menyadari sesuatu
Inilah yang kusadari...
Aku merindukanmu, Ibu...
09/10/2015
Bandung, Sersan Bajuri
Sabtu, 13 Juni 2015
Kata yang tidak diinginkan
Banjar, 13 Juni 2015
Oleh Hasna Lathifah
Kenapa ? Kenapa ?
Tanpa ada tanda atapun isyarat
Kenapa kau berkata seperti itu ?
Apa yang salah denganku ?
Apa salahku ?
Perkataan apa yang telah aku ucapkan
Sehingga kau mengatakan hal seperti itu
Kenapa ? Kenapa ?
Kesalahan apa yang telah aku perbuat ?
Apakah kau sudah tidak mau
Berbicara lagi denganku ?
Ada apa ??
Dan kenapa rasanya sakit ?
Kenapa rasa sakit ini menyesakkan dadaku ?
Kenapa begitu sesak ?
Ada apa denganku ?
Kenapa hal seperti ini bisa terjadi ?
Kenapa ??
Didalam sini begitu sakit
Padahal tidak berdarah
Perasaan kaget dan bingung
Menguasai pikiran dan hatiku
Bertanya-tanya dalam hati
Apa yang salah ?
Kenapa bisa seperti ini ?
Ada apa sebenarnya ?
Apakah kata-kata itu
Tidak seharusnya ditanyakan ataupun ditujukan
Untuk seorang teman ?
Apakah salah jika aku bertanya seperti itu
Sebagai seorang teman ?
Apakah kata-kata itu hanya digunakan
Oleh sorang yang Pacaran saja ?
Jelaskan padaku kenapa ?
Apanya yang salah dengan itu ?
Kenapa ??
Tidakkah kau tahu
Kalau ini menyakitkan
Tidakkah kau tahu
Bagaimana rasanya ?
Jawab aku!
Kenapa kau menanyakan "Iya atau Tidak" ?
Padahal kita ini teman
Tentu saja aku akan bilang tidak
Karena aku masih ingin terus berbicara...
Berbicara denganmu
Kita ini temankan ?
Ataukah hanya aku saja
Yang berpikir demikian
Aku tidak mau kalau itu terjadi
Karena aku suka
Saat berbicara denganmu
Aku menyukainya..
Kenapa kau ingin hapuskan aku ?
Aku tidak mau
Karena aku menyayangimu
dan aku ingin terus terhubung
Denganmu..
Aku ingin selalu dapat berbicara
Denganmu..
Kau adalah temanku yang berharga
Karena itu, aku mohon..
Jangan!
Senin, 20 Oktober 2014
Bintang Hatiku
created : Banjar, 17 September 2014
Pasti pada heran deh, kenapa aku bikin puisinya dalam bentuk foto :3
Yaahh.. soalnya ini Puisi, puisi cintaku yang pertamaa XD
Aku menulis puisi ini untuk seseorang >w< hahaha
Haah, udahlah yah curhatnya.. Enjoy the poem ^w^)/
Minggu, 05 Januari 2014
Rindu
Senyum indahmu
Membuatku gemetar
Pandangan matamu
Membuatku luluh
Membuatku gemetar
Pandangan matamu
Membuatku luluh
Suara indahmu
Adalah suara yang ingin kudengar setiap saat
Wajah manismu
Selalu terbayangkan olehku
Adalah suara yang ingin kudengar setiap saat
Wajah manismu
Selalu terbayangkan olehku
Banjar, 19 November 2012
Oleh Hasna Lathifah
Oleh Hasna Lathifah
Amarah
Ingin kuluapkan semua
Amarahku padamu
Ingin sekali kujambak
Rambut indahmu
Amarahku padamu
Ingin sekali kujambak
Rambut indahmu
Aku muak
Mendengar semua ocehanmu
Aku muak
Melihat muka tak bersalahmu itu
Mendengar semua ocehanmu
Aku muak
Melihat muka tak bersalahmu itu
Aku muak
Melihat semua tingkah lakumu itu
Betapa menyebalkannya dirimu
Semua ucapan-ucapan yang kau lontarkan
Menyesakkan hati ini
Dan membuatku sulit bernafas
Melihat semua tingkah lakumu itu
Betapa menyebalkannya dirimu
Semua ucapan-ucapan yang kau lontarkan
Menyesakkan hati ini
Dan membuatku sulit bernafas
Ingin ku pergi jauh
Darimu yang bermuka dua itu
Dan mencari sebuah tempat
Untukku menyejukkan hati ini
Dari semua masalah yang aku hadapi
Darimu yang bermuka dua itu
Dan mencari sebuah tempat
Untukku menyejukkan hati ini
Dari semua masalah yang aku hadapi
Banjar, 19 November 2012
Oleh Hasna Lathifah
Oleh Hasna Lathifah
Perasaan Yang Terpendam
Sulit sekali rasanya
Untuk mengungkapkan perasaan ini
Terasa sekali bagiku
Perasaan itu terus terpendam
Didalam hatiku ini..
Untuk mengungkapkan perasaan ini
Terasa sekali bagiku
Perasaan itu terus terpendam
Didalam hatiku ini..
Perasaan itu semakin hari
Semakin dalam
Perasaan yang terus memaksaku
Untuk mengungkapkanya
Semakin dalam
Perasaan yang terus memaksaku
Untuk mengungkapkanya
Perasaan kupendam
Selama bertahun-tahun lamanya
Terus bertumpuk didalam hatiku ini
Hingga memenuhi seluruh isi hati ini..
Selama bertahun-tahun lamanya
Terus bertumpuk didalam hatiku ini
Hingga memenuhi seluruh isi hati ini..
Perasaan ini….
Selalu berbisik padaku
Menyuruhku untuk segera mengeluarkannya
Mengeluarkan yang ada dalam hatiku
Untukku sampaikan padanya..
Selalu berbisik padaku
Menyuruhku untuk segera mengeluarkannya
Mengeluarkan yang ada dalam hatiku
Untukku sampaikan padanya..
Namun….
Apa dayalah diriku
Yang tidak sanggup
Untuk mengungkapkan seluruh isi hatiku
Pada dirinya…
Apa dayalah diriku
Yang tidak sanggup
Untuk mengungkapkan seluruh isi hatiku
Pada dirinya…
Aku selalu merasa bingung
Akan perasaanku ini
Kenapa aku selalu memendamn ya
Memendam perasaaan suka padanya..
Akan perasaanku ini
Kenapa aku selalu memendamn ya
Memendam perasaaan suka padanya..
Akan kemanakan hatiku ini ?
Aku sendiri bingung….
Hatiku ini akan aku berikan pada siapa ?
Pada siapa aku berikan hatiku
Selain pada dirimu..
Aku sendiri bingung….
Hatiku ini akan aku berikan pada siapa ?
Pada siapa aku berikan hatiku
Selain pada dirimu..
Aku selalu ingin….sekali
Menempatkan hatiku ini
Didalam hati miliknya
Didalam hatinya yang lembut..
Menempatkan hatiku ini
Didalam hati miliknya
Didalam hatinya yang lembut..
Namun apa dayalah diriku ini..
Hatimu telah terisi oleh hati milik seseorang
Yang lebih baik dibanding diriku
Dan lebih pantas untuknya..
Daripada diriku ini..
Yang memiliki banyak kekurangan..
Hatimu telah terisi oleh hati milik seseorang
Yang lebih baik dibanding diriku
Dan lebih pantas untuknya..
Daripada diriku ini..
Yang memiliki banyak kekurangan..
Perasaan ini akan terus terpendam
Dalam hatiku yang sepi ini..
Sampai ada seseorang
Yang mau menyimpan hatiku
Didalam hatinya dengan tulus
Dan menerimaku apa adanya…
Dalam hatiku yang sepi ini..
Sampai ada seseorang
Yang mau menyimpan hatiku
Didalam hatinya dengan tulus
Dan menerimaku apa adanya…
#dibuat tgl : 21-12-2012
Selasa, 24 Desember 2013
Arti Cinta ??
Apakah arti Cinta ???
Aku tak tau apa cinta
Untuk seumuranku
Cinta yang kurasakan hanyalah
Sekedar mengaggumi seseorang
Dan sayangku pada keluarga
Harusnya aku merasakan cinta
itu
Cinta yang dirasakan oleh
semua
Anak remaja seumuranku
Entah cinta apa yang merekan
rasakan
Karena aku tidak merasakan
Cinta seperti itu..
Belum merasakannya...
Akankah ada seseorang untukku
Yang ada temani hari-hariku
Dapatkah aku merasakan cinta
itu...
Cinta yang banyak para remaja
rasakan
Mungkin iya, mungkin juga
tidak
Aku hanya menunggu saat itu
tiba
Waktu yang tepat bagiku
Untuk merasakan hal itu..
Hal yang teman-teman rasakan
Jumat, 15 November 2013
NAIFKAH DIRIKU ??
Begitu naifkah diriku soal cinta??
Begitu bodohkah diriku soal cinta??
Sampai-sampai aku menyakiti hati orang yg menyukaiku
Sejujurnya aku seperti itu hanya menutupi perasaanku
Aku senang ternyata diriku ini masih ada yg menyukai
Aku kira tidak ada yg suka padaku,
Karena sifat dan sikapku yg seperti ini
Terkadang aku merasa heran, padahal dri dulu tidak pernah akur
Tapi kenapa, kenapa dia suka padaku sekarang,
Padahal aku sering menyakiti orang itu dgn kata-kataku dan ucapanku
Tapi kenapa dia menyukaiku??
Aku sama sekali tidak paham, bagaimana hal itu bisa terjadi..
Apakah aku menyakitinya??
Apakah aku pantas utk mendapatkan cintanya??
Apakah dia membenciku karena ucapan pedas yg ku lontarkan padany??
Kenapa dia membuang mukanya saat berpapasan denganku??
Apakah dia membenciku??
Entahlah aku pun tidak tahu
KEBIMBANGAN PERASAAN
Kenapa dadaku berdetak kencang ?
Ada apa sebenarnya denganku ?
Kenapa dengan perasaanku ?
Kenapa hal ini terjadi padaku ?
Perasaanku seolah-olah
tidak ada tujuan
Seakan-akan mencari
sebuah jawaban yang hilang
Yang akan aku
katakan nanti padanya
Entah apa yang akan
kukatakan nanti
Pikiran dan hati ini begitu bimbang
Apa yang akan aku katakan
Haruskah aku menolaknya ?
Ataukah harus menerimanya ?
Apa yang harus aku lakukan ??
Tapi entah kenapa
saat dia tidak ada
Seolah-olah aku
merindukan sosoknya
Tapi saat dia ada
Sikap yang aku
tujukan padanya
Begitu dingin, dan cuek
Seakan-akan aku
tidak peduli
Kenapa hal seperti itu terjadi padaku ??
Apa yang sebenarnya terjadi padaku ??
Apakah aku menyukainya
Ataukah aku membencinya ??
Jawaban apa yang
harus aku berikan ?
Akankah dia kecewa
ketika aku menolaknya
Dan bahkan
membenciku ?
Atau akankah dia
benar-benar menyayangiku
Jikalau aku menerima
perasaannya ??
Entahlah, akupun
tidak tahu..
Kamis, 07 November 2013
SAYAP YANG PERGI TANPA ALASAN
Karya : Hasna Lathifah
Sayapku hilang
Sayapku hilang
Sayapku pergi meninggalkanku
Bagaimana aku bisa terbang tanpamu
Kini diriku terjatuh, menangis kehilanganmu
Apakah kau mencari orang yang pantas untuk kau terbangkan,
Ataukah ada seseorang yang merebutmu dariku,
Ataukah kau pergi karena aku mengabaikanmu ??
Entahlah akupun tidak tahu
Kini, aku terus berusaha untuk terbang,
Namun, apa daya sekuat apapun aku berusaha
Sekeras dan seulet apapun aku mencoba
Untuk kembali terbang
Tanpamu itu tidak mungkin terjadi
Tanpamu aku tetap terjatuh
Tanpamu aku tidak bisa berbuat apa-apa
Kini hidupku sepi tanpamu
Kau selalu ada disaat yang tepat
Disaat aku membutuhkan seseorang
Tapi aku tidak ada untukmu
Mungkinkah itu yang membuatmu pergi ??
Aku memang terlalu tergantung padamu
Aku tidak bisa berusaha sendirian
Dan aku pasti selalu membutuhkanmu
Namun, terkadang aku mengacuhkan dirimu
Disaat kau butuh seseorang
Untuk mengerti kesulitan yang sedang kau hadapi
Aku memang tidak berguna
Akankah aku temukan kembali
Sayap yang lain
Sayap yang seperti dirimu
Atau lebih baik darimu
Namun, aku merasa
Hal itu tidak akan pernah terjadi padaku
Tidak akan pernah terjadi dalam sejarah hidupku
Sayap sepertimu sulit kudapatkan
Semoga kau menemukan orang yang tepat bagimu
Dan lebih baik daripada aku dan selalu bersikap baik padamu
Berbeda dengan diriku ini
Yang selama 1 tahun ini bersamamu
Selamat tinggal sayapku yang berharga
Selamat tinggal TEMAN...
Semoga kau bahagia..
Kamis, 15 November 2012
PERASAAN RINDU PADA SESEORANG
Karya : Hasna Lathifah
Rasa rindu ini...
Tak akan terhapuskan
Tanpa adanya kehadiarnmu disisiku
Untuk menemaniku disini
Kerinduan akan dirimu
Terus menyelimuti hati ini
Membuat hati ini gundah
Akan kehadiarnmu disini..
Kemanakah dirimu ?
Aku disini sendiri
Kesepian dalam kesendirian ini
Akankah kau datang
Untuk menghiburku disini
Cukup dengan kehadiranmu
Senyuman manismu itu
Dan disertai dengan sapaan hangat
yang terucap dari dirimu
Untuk dapat menghiburku
Disini didalam kesendirian
Yang terus diliputi
dengan perasaan sepi dihati
#tanggal dibuat : 15-11-2012
Rasa rindu ini...
Tak akan terhapuskan
Tanpa adanya kehadiarnmu disisiku
Untuk menemaniku disini
Kerinduan akan dirimu
Terus menyelimuti hati ini
Membuat hati ini gundah
Akan kehadiarnmu disini..
Kemanakah dirimu ?
Aku disini sendiri
Kesepian dalam kesendirian ini
Akankah kau datang
Untuk menghiburku disini
Cukup dengan kehadiranmu
Senyuman manismu itu
Dan disertai dengan sapaan hangat
yang terucap dari dirimu
Untuk dapat menghiburku
Disini didalam kesendirian
Yang terus diliputi
dengan perasaan sepi dihati
#tanggal dibuat : 15-11-2012
TANGISAN YANG KUTUNGGU
Karya : Hasna Lathifah
Bahagianya hati ini
Ketika mendengar
Suara tangisan yang amat kunanti
Kedatanganmu di keluarga kecil kami...
Sungguh berharganya
Mendengar tangisanmu itu bagiku..
Kedatangan yang aku dan istriku tunggu
Selama 9 bulan ini...
Dan kini kau hadir..
Disini untuk melengkapi
Sebuah kebahagian
Yang ada di keluarga kecil ini...
Begitu rapuhnya kau
Yang saat ini
Hanya bisa menangis
Dalam pelikan hangat ibumu
Mencari sebuah minuman
Yang akan kau minum selama 2 tahun kedepan
Minuman yang teramat istimewa
Yang mengandung banyak kasih sayang
Dan perlindungan bagimu
Begitu Lembutnya Kulit putihmu ini..
Begitu mungilnya kedua tangan dan kakimu ini..
Dan sungguh Menggemaskannya dirimu
ketika tersenyum dengan wajah polosmu itu...
Ingin sekali kugendong
Tubuh mungilmu itu..
Ingin sekali diriku melihatmu..
Tersenyum dan memanggilku
Dengan sebuah sebutan yang amat kurindukan..
AYAH...
#tanggal dibuat : 15-11-2012
Langganan:
Postingan (Atom)
